Perbedaan

Kejadian ini berlangsung kemarin. Aku, dan some of my friends have some chit chat. Di masa perkuliahan ini, aku ngerasa punya temen-temen yang beda banget sama temen SMA dulu. Apa yang kita obrolin udah beda bahasannya dan terkesan lebih dewasa. Aku ngerasa beruntung bisa ada di circle itu kemarin. Why? Waktu SMA nih, yang paling sering jadi bahasan kita adalah ngobrolin orang lain which is so childish. Dan di circle yang baru ini, kita lebih sering life contemplating, bahas hal-hal yang lebih dewasa. Bahas current political news yang lagi panas2 nya. Kita bahas banyak hal yang bikin aku lebih open minded sama dunia luar, also nambah wawasan.
Kemarin, aku nemuin banyak banget 'perbedaan'. my friend Kimi yang so 'self minded', Bagus yang cool & always curious about things, Dimash yang religious and lugu, Fizka yang pinter parah & berwawasan luas also competitive. Berteman sama orang-orang kayak mereka, bikin aku lebih ngerhagain yang namanya perbedaan. Perbedaan disini bukan perbedaan latar belakang. Latar belakang kita sama. Mungkin cuma daerah yang bikin latar belakang kita agak berbeda. Tapi, perbedaan yang aku maksud disini adalah our mind. perbedaan cara berfikir dan cara kita memandang sesuatu.
Kita saling tanya satu sama lain gimana pandangan kita terhadap sesuatu. And it makes me learn! Dan di sekitar mereka sih aku ngerasa nyaman. di SMA, aku hampir ga pernah ketemu orang-orang kayak mereka yang bahasannya lebih dewasa. Di situlah aku ngerasa bersyukur dan ngerasa harus selalu nge-keep mereka jadi temen. They bring me positive vibes that i rarely met in my high school.
Bukan artinya murid-murid SMA yang bahasannya masih ngobrolin orang lain itu salah. Emang itu masanya mereka dan tergantung apakah mereka mau grow up jadi orang yang lebih mature atau mereka mau dwell in their childishness aja.
And i chose to grow up.
Mikirin hal hal yang berhubungan sama politik, hubungan antar negara, kasus-kasus yang lagi hype kayak lgbt adalah hal-hal seru yang kita bahas. Of course one of the reason is karna kita emang anak Hubungan Internasional. Tapi, ga cuma bahas itu kita juga belajar banyak dari kisah kita masing-masing. And what makes me wow adalah ternyata kita semua yang ada di situ pernah jadi korban 'bullying'. Nah di sini juga aku belajar, menurutku, orang-orang yang pernah jadi korban bully pasti lebih dulu dewasa daripada orang yang ngebully itu sendiri. Banyak banget alasan kenapa kita dibully saat itu. Mostly karena mereka anak baru. But well, i don't need to talk about it right now on.
Saling berargumen jadi hal yang umum banget buat kita bahas. Tiap ada topik, kita selalu argumentasi in dengan cara berfikir kita masing-masing. Disitu aku belajar, setiap orang punya pilihan di hidupnya, ada yang milih buat ga religious sama sekali dan ngerasa bahwa emang disitu lah dia bahagia. Ada orang yang choose buat jadi seorang yang religious dan jawab semua pertanyaan dengan bahasan agamanya. Ada juga orang yang not so religious, yang dia berargumen dengan wawasannya.
Setiap bahasan yang kita debatin atau argumentasiin emang ga selalu nemu jawaban akhir atau final solve nya. Tapi kita selalu dapet wawasan lebih yang bikin kita belajar banyak dari pandangan mereka.
Nah di sini lah aku ngerasa bahwa ngomongin hal-hal kayak ngomongin orang lain bukan jadi hal yang asik lagi buat dibahas. Beruntung ketemu temen yang sama minatnya, kita lebih sering bahas hal-hal yang lebih fun dan berfaedah istilahnya.
Nah what i also learn is, Teman adalah cermin terbaik buat diri kita.
yang artinya, kalau kita berteman sama orang-orang yang pinter, kita pasti bakalan kebawa pinter nya. Kalau kita berteman sama orang-orang yang males ya kita pasti bakalan ikutan males. Makanya, kalau masalah temen, honestly aku agak picky. Sayangnya, orang-orang sekarang udah ngegeser kalimat 'milih-milih temen' jadi yang konotasinya negatif. Padahal in my point of view, picky sama temen adalah hal yang penting. Bukan artinya cuma mau bertemen sama orang-orang yang satu level sama kita, atau bertemen sama orang-orang yang hitz aja. Tapi, picky disini adalah gimana cara kita milih temen yang bakalan bawa kita ke hal-hal yang positif bukan hal-hal yang negatif.

Gitudeh :)





Comments

Popular Posts